top of page
Search

obesitas dan dampaknya

  • Oct 1, 2025
  • 3 min read

Halo Sahabat Bugar!


Dari data WHO, pada tahun 2022, Obesitas usia dewasa mengalami peningkatan jumlah empat kali lipat dibandingkan dengan tahun 1990. Diprediksikan, pada tahun 2o30 secara global akan ada 1,13 miliar orang yang menderita obesitas.


Apa Obesitas itu?

Obesitas adalah kondisi medis berupa penumpukan lemak tubuh yang berlebihan sehingga berdampak negatif pada kesehatan. Umumnya diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI)


IMT atau BMI = berat badan (kg) / tinggi badan² (m²)



Penyebab utama:

  • Ketidakseimbangan antara asupan energi (makanan tinggi kalori) dan pengeluaran energi (aktivitas fisik rendah).

  • Faktor genetik, lingkungan, pola makan, stres, gangguan hormon, dan efek samping obat tertentu.



Obesitas Sentral (Central Obesity)

Obesitas sentral adalah penumpukan lemak terutama di daerah perut/viseral (sekitar organ dalam). Lemak ini lebih berbahaya dibandingkan lemak bawah kulit (subkutan) karena lebih aktif secara metabolik.

Pengukuran:

  • Lingkar perut (waist circumference):

    • Pria: >90 cm → risiko tinggi (Asia)

    • Wanita: >80 cm → risiko tinggi (Asia)

  • Rasio lingkar pinggang-pinggul (waist-to-hip ratio):

    • Pria: >0,90

    • Wanita: >0,85


Bentuk tubuh “apel” (lemak di perut) → lebih berisiko dibandingkan bentuk tubuh “pir” (lemak di pinggul/paha).

Obesitas sentral lebih erat kaitannya dengan resistensi insulin, dislipidemia, dan hipertensi dibanding obesitas umum.



Penyakit yang Ditimbulkan

Baik obesitas umum maupun obesitas sentral meningkatkan risiko berbagai penyakit. Beberapa yang paling sering adalah:


Gangguan Metabolik

  1. Diabetes Mellitus Tipe 2: karena resistensi insulin yang meningkat.

  2. Dislipidemia: kolesterol LDL dan trigliserida tinggi, HDL rendah.

  3. Sindrom Metabolik: kombinasi obesitas sentral, hipertensi, hiperglikemia, dan dislipidemia.


Penyakit Kardiovaskular

  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  2. Penyakit jantung koroner (aterosklerosis, serangan jantung)

  3. Stroke (gangguan pembuluh darah otak)


Gangguan Pernafasan

  • Sleep apnea obstruktif

  • Asma yang lebih berat


Gangguan Muskuloskeletal

  • Osteoartritis (lutut/hip karena beban berlebih)

  • Nyeri punggung bawah


Gangguan Hormonal dan Reproduksi

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

  • Infertilitas

  • Gangguan menstruasi


Gangguan Saluran Cerna dan Hati

  • Penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD)

  • Batu empedu


Beberapa Jenis Kanker

  • Kanker payudara (pada wanita pascamenopause)

  • Kanker kolorektal

  • Kanker endometrium

  • Kanker pankreas


Masalah Psikologis

  • Depresi, rendah diri, stigma sosial.



FAKTA DAN MITOS SEPUTAR OBESITAS


Mitos  Obesitas hanya karena terlalu banyak makan.

Fakta  Obesitas disebabkan oleh banyak faktor: pola makan berlebih, kurang aktivitas fisik, faktor genetik, gangguan hormonal, stres, pola tidur, hingga lingkungan sosial.


Mitos  Orang gemuk pasti tidak sehat.

Fakta  Tidak semua orang gemuk langsung mengalami penyakit. Namun, obesitas meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan sendi.


Mitos  Olahraga saja sudah cukup untuk menurunkan berat badan.

Fakta  Olahraga penting, tapi penurunan berat badan lebih efektif bila dikombinasikan dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup sehat.


Mitos  Diet ketat atau tidak makan bisa cepat menurunkan berat badan.

Fakta  Diet ekstrem hanya menurunkan berat badan sementara dan berisiko kekurangan gizi. Penurunan berat badan yang sehat adalah 0,5–1 kg per minggu dengan pola makan seimbang.


Mitos Obesitas hanya masalah penampilan.

Fakta  Obesitas adalah masalah kesehatan serius yang dapat mengurangi kualitas hidup, produktivitas, dan meningkatkan risiko penyakit kronis.


Mitos  Anak-anak yang gemuk akan “tinggi dan kurus” saat dewasa.

Fakta  Anak obesitas berisiko besar menjadi obesitas saat dewasa, sehingga pencegahan sejak dini sangat penting.


Mitos  Suplemen pelangsing bisa menyelesaikan masalah obesitas.

Fakta  Tidak ada pil ajaib untuk menurunkan berat badan. Suplemen hanya pelengkap, bukan solusi utama. Yang utama tetap pola makan sehat, olahraga, dan konsistensi.


Mitos  Obesitas hanya terjadi di negara maju.

Fakta  Negara berkembang, termasuk Indonesia, mengalami peningkatan obesitas karena urbanisasi, pola makan tinggi kalori, dan kurang aktivitas fisik.



Nah, ternyata obesitas tidak boleh diabaikan ya, karena dampaknya banyak sekali!


Tuliskan tanggapan Sahabat Bugar di kolom komentar ya!

 

 
 
 

Recent Posts

See All
TENTANG KEBUGARAN JASMANI

Halo Sahabat Bugar! Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan aktivitas harian dengan mudah, tanpa merasa lelah...

 
 
 

7 Comments


nadia
Oct 26, 2025

terima kasih

Like

nadia
Oct 26, 2025

halo, terima kasih atas artikelnya!

Like

nadia
Oct 26, 2025

terima kasih atas artikelnya

Like

nadia
Oct 26, 2025

terima kasih untuk artikelnya

Like

nadia
Oct 26, 2025

halo, terima kasih atas artikelnya!

Like
pkmpg-removebg-preview.png

Puskesmas Pulogadung

Jl. Kayu Putih Selatan III No. 2B Pulogadung, Jakarta Timur

image.png

© 2025 by Puskesmas Pulogadung

bottom of page