Aktivitas fisik, latihan fisik, dan olahraga
- Nadia Iriana
- Sep 19, 2025
- 3 min read
Updated: Oct 1, 2025
Halo sahabat BUKA WARUNG!
Pada artikel ini, akan kita bahas mengenai aktivitas fisik, latihan fisik, dan olahraga. Ternyata, ketiga hal tersebut berbeda lho, Sahabat!
Yuk, kita uraikan satu per satu.
Tabel berikut menunjukkan gambaran umum perbedaan dari ketiganya.

Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang melibatkan kerja otot rangka dan menghasilkan pengeluaran energi. Setiap gerakan yang membutuhkan kontraksi otot, baik ringan maupun berat, dapat dikategorikan sebagai aktivitas fisik. Contohnya termasuk naik tangga, berkebun, menyapu, dan berjalan kaki.
Aktivitas fisik terbagi dalam empat kategori utama:
1. Aktivitas pekerjaan, seperti duduk atau berdiri selama bekerja.
2. Aktivitas mobilisasi, seperti naik turun tangga atau bersepeda.
3. Aktivitas rumah tangga, seperti memasak, menyapu, atau membereskan rumah.
4. Aktivitas rekreasi dan waktu senggang, seperti jalan-jalan di mall atau berbaring sambil bermain gawai.
Indeks aktivitas fisik berdasarkan jumlah langkah per hari dapat dikategorikan sebegai berikut.

Latihan Fisik
Latihan fisik adalah gerak tubuh yang terencana dan terstrukrur untuk mempertahankan ataupun meningkatkan kebugaran.
Ada empat jenis latihan fisik, yaitu:
1. Latihan Kekuatan
Latihan fisik kekuatan (strength training) adalah jenis aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, massa otot, kelenturan sendi, serta kebugaran tubuh secara keseluruhan. Selain manfaat fungsional, latihan ini juga berperan dalam membakar kalori dan membantu menurunkan berat badan. Latihan kekuatan dapat dilakukan dengan atau tanpa alat bantu. Beberapa contoh yang umum meliputi:
• Kalistenik: Serangkaian gerakan motorik yang memanfaatkan berat tubuh dan gaya gravitasi, tanpa alat tambahan. Gerakannya meliputi menarik, mendorong, menerjang, dan mengangkat. Semakin sering otot bekerja, semakin besar massa otot yang terbentuk.
• Latihan Beban (weight training): Menggunakan beban eksternal seperti dumbbell, barbell, atau alat angkat lainnya.
• Resistance Band: Menggunakan tali elastis untuk memberikan tahanan yang melatih kekuatan otot.
Latihan kekuatan tidak hanya relevan bagi atlet, tapi juga sangat bermanfaat bagi masyarakat umum yang ingin meningkatkan kesehatan, fungsi tubuh, dan kualitas hidup.

2. Latihan Fleksibilitas
Latihan fisik fleksibilitas bertujuan untuk melatih tubuh agar mampu melakukan gerakan melalui rentang gerak sendi secara optimal. Tingkat fleksibilitas ini berbeda pada tiap persendian, bergantung pada faktor-faktor seperti struktur anatomi, frekuensi penggunaan, adanya cedera, ketegangan otot, serta faktor lain yang memengaruhinya.
Contoh latihan fleksibilitas dapat ditemukan dalam Gerakan yoga dan pilates, yang menekankan peregangan otot dan pengaturan postur untuk meningkatkan kelenturan, keseimbangan, dan kontrol tubuh.

3. Latihan Kardiorespirasi
Latihan kardiorespirasi, atau olahraga aerobik, merupakan jenis latihan fisik yang bertujuan utama untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Aktivitas ini memacu detak jantung hingga mencapai zona pembakaran lemak dan kalori secara optimal. Selain itu, latihan ini membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh secara keseluruhan. Selama latihan kardio, Anda akan menggunakan Sebagian besar otot tubuh, sehingga manfaatnya dirasakan secara menyeluruh. Beberapa contoh latihan kardiorespirasi meliputi: berlari, jalan kaki atau jogging, zumba, berenang, bersepeda. Latihan ini sangat dianjurkan dalam gaya hidup sehat karena selain membakar kalori, juga mendukung Kesehatan kardiovaskular dan memperbaiki mood.

4. Latihan Neuromotor
Latihan neuromotor merupakan jenis latihan yang berfokus pada pengembangan keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, pola jalan yang baik, serta kemampuan proprioseptif, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi dan Gerakan anggota tubuh tanpa melihat. Latihan ini berperan penting dalam meningkatkan fungsi motorik, mencegah jatuh terutama pada usia lanjut, serta mendukung gerak tubuh yang lebih terkendali dan stabil.
Contoh latihan neuromotor yang populer meliputi: Tai Chi, Qigong. Keduanya merupakan latihan berbasis Gerakan lambat dan terkontrol yang tidak hanya meningkatkan stabilitas dan koordinasi, tapi juga memberi manfaat relaksasi mental dan emosional.

Olahraga
Olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan dengan aturan tertentu, melibatkan keterampilan, kekuatan, dan ketahanan tubuh. Olahraga bisa bersifat rekreasional (untuk kesehatan) maupun kompetitif (untuk prestasi dan kejuaraan). Dalam konteks global, olahraga juga mencakup kegiatan yang diorganisir, seperti pertandingan, liga, dan turnamen.
Jenis-jenis Olahraga
Individu: atletik, tenis, bulu tangkis, renang.
Tim: sepak bola, basket, voli, baseball.
Adventure/Outdoor: mendaki gunung, selancar, panjat tebing.
Mind Sports: catur, e-sport.





Comments