TENTANG KALORI HARIAN DAN DEFISIT KALORI
1. Apa itu Kalori?
Kalori adalah satuan energi yang digunakan tubuh untuk melakukan aktivitas, mulai dari bernapas, berpikir, mencerna makanan, hingga berolahraga.
Jumlah kalori yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik.
2. Komponen Perhitungan Kalori
Total kebutuhan kalori harian disebut TDEE (Total Daily Energy Expenditure), yang terdiri dari:
BMR (Basal Metabolic Rate) → energi yang dibutuhkan tubuh saat istirahat total (misalnya tidur).
Laki-laki: BMR = (10 × berat badan [kg]) + (6,25 × tinggi [cm]) - (5 × usia [tahun]) + 5
Perempuan: BMR = (10 × berat badan [kg]) + (6,25 × tinggi [cm]) - (5 × usia [tahun]) - 161
Faktor Aktivitas (PAL – Physical Activity Level):
Sangat rendah (tidak olahraga): × 1,2
Ringan (olahraga 1-3x/minggu): × 1,375
Sedang (olahraga 3-5x/minggu): × 1,55
Berat (olahraga 6-7x/minggu): × 1,725
Sangat berat (pekerja fisik/atlet): × 1,9
👉 TDEE = BMR × Faktor Aktivitas
Contoh Perhitungan
Seorang perempuan, usia 30 tahun, tinggi 160 cm, berat 65 kg, aktivitas sedang (3-5x olahraga/minggu).
Hitung BMR:
BMR = (10 × 65) + (6,25 × 160) - (5 × 30) - 161
= 650 + 1000 - 150 - 161
= 1339 kalori
Hitung TDEE:
TDEE = 1339 × 1,55 = 2075 kalori
Defisit Kalori
Defisit kalori terjadi jika asupan kalori < kebutuhan kalori (TDEE).
Tujuannya: menurunkan berat badan dengan memaksa tubuh menggunakan cadangan energi (lemak).
Umumnya:
500 kalori/hari → turun ±0,5 kg/minggu
750–1000 kalori/hari → turun ±0,7–1 kg/minggu
Defisit terlalu besar (<1200 kalori/hari untuk wanita, <1500 untuk pria) tidak disarankan karena berisiko malnutrisi dan gangguan metabolisme.
Dari contoh perhitungan kebutuhan kalori di atas (2075 kalori/hari)
Jika ingin turun 0,5 kg/minggu: 2075 – 500 = 1575 kalori/hari

Daftar Kalori Makanan Indonesia (Per porsi)
🍚 Sumber Karbohidrat
Nasi putih (1 centong/100 g) → 175 kkal
Nasi merah (100 g) → 110 kkal
Nasi uduk (1 piring/200 g) → 506 kkal
Lontong (1 potong/100 g) → 38 kkal
Kentang rebus (100 g) → 83 kkal
Singkong rebus (100 g) → 146 kkal
🍗 Lauk Hewani
Ayam goreng (dada tanpa kulit, 100 g) → 216 kkal
Ayam bakar (100 g) → 164 kkal
Telur ayam rebus (1 butir) → 68 kkal
Telur dadar (1 butir + minyak) → 96 kkal
Ikan goreng (100 g, tergantung jenis) → 200–250 kkal
Ikan bakar (100 g) → 150–180 kkal
Daging sapi rendang (100 g) → 193 kkal
Sate ayam (10 tusuk + lontong) → 500 kkal
🥗 Lauk Nabati & Sayur
Tempe goreng (1 potong/50 g) → 157 kkal
Tahu goreng (1 potong/50 g) → 111 kkal
Sayur asem (1 mangkuk) → 88 kkal
Capcay kuah (1 porsi) → 120 kkal
Gado-gado dengan lontong (1 porsi) → 400–500 kkal
Pecel dengan nasi (1 porsi) → 450–550 kkal
🍲 Hidangan Khas Indonesia
Soto ayam + nasi (1 mangkok) → 350–400 kkal
Rawon + nasi (1 porsi) → 500–600 kkal
Bakso kuah (5 butir + mi) → 350 kkal
Nasi goreng (1 porsi sedang) → 500–600 kkal
Mie goreng (1 porsi) → 400–500 kkal
Bubur ayam (1 mangkuk) → 300–350 kkal
🍌 Camilan Tradisional
Pisang goreng (1 buah) → 120–150 kkal
Martabak manis (1 potong sedang) → 200–250 kkal
Onde-onde (1 buah) → 100 kkal
Klepon (1 buah) → 50 kkal
Risoles (1 buah) → 120–150 kkal
Lemper ayam (1 buah) → 180 kkal
🍹 Minuman
Teh manis (1 gelas) → 100 kkal
Kopi susu (1 gelas) → 120 kkal
Es cendol/dawegan (1 gelas) → 200–250 kkal
Es teh tawar (1 gelas) → 0 kkal
Air putih → 0 kkal
⚖️ Tips praktis:
Pilih nasi merah, singkong rebus, atau kentang rebus untuk kalori lebih rendah dibanding nasi putih/uduk.
Gunakan cara masak rebus, kukus, bakar untuk mengurangi kalori dibanding goreng.
Jangan lupa perbanyak sayur dan buah karena rendah kalori tapi tinggi serat.





Comments